ROUTER

ROUTER

Setting Router

Bagaiman sebuah jaringan LAN, MAN, WAN dapat terbentuk dengan lancer? Mungkin dari sekian banyak cara yang dapat di lakukan untuk munuju terbentuknya jaringan tersebut, salah satunya ada di tata cara set-router dibawah ini.
Berikut adalah cara bagaimana mengkonfigurasi router pada topology jaringan maupun pada jaringan nyata:
– Memberi nama ke router
– Setting password
– Memahami perintah show
– Mengkonfigurasi interface serial
– Mengkonfigurasi interface Ethernet
– Menjalankan perubahan router
– Menyimpan perubahan konfigurasi
– Mengkonfigurasi deskripsi interface
– Mengkonfigurasi message-of-the-day banner
– Mengkonfigurasi table host
– Memahami betapa pentingnya backup dan dokumentasi file konfigurasi

1. Konfigurasi router

CLI command mode
Semua konfigurasi CLI akan merubah router ke global konfigurasi atau global config. Global config adalah mode konfigurasi paling utama. Global config digunakan dalam router untuk menjalankan perintah-perintah konfigurasi. Prompt yang ditunjukkan pada mode global config sebagai berikut:

Router#configure terminal
Router(config)#
Di bawah ini adalah beberapa mode yang dapat masuk ke mode global config:

– interface mode
– Line mode
– Router mode

– Sub-interface mode
– Controller mode
Ketik exit dari salah satu mode di atas akan kembali ke mode global config. Penekanan Ctrl-Z akan kembali ke privileged EXEC mode.
Setelah anda memahami tatacara di atas, ikutilah tata cara berikut ini:
Konfigurasi nama router
Sebuah router seharusnya mempunyai nama yang unique. Pemberian nama pada router adalah langkah awal konfigurasi router.
Router(config)#hostname R1
R1(config)#
Saat ditekan Enter, prompt akan berubah dari default hostname ke R1.
Konfigurasi password
Password seharusnya selalu dikonfigurasikan untuk virtual terminal (vty) dan console terminal. Password juga berguna untuk mengontrol akses ke privileged EXEC mode sehingga hanya orang-orang tertentu yang hanya bisa melakukan perubahan setting/konfigurasi router.
Perintah di bawah ini digunakan untuk setup password pada console terminal:
R1(config)#line console 0
R1(config-line)#login
R1(config-line)#password
Password harus di-set di satu atau lebih terminal vty untuk memberikan hak askes user yang melakukan koneksi melalui telnet. Umumnya cisco router memiliki terminal vty 0 sampai 4. Beberapa tipe lain mungkin memiliki jumlah terminal vty berbeda. Perintah berikut digunakan untuk setting password pada terminal vty:
R1(config)#line vty 0 4
R1(config-line)#login
R1(config-line)#password
Perintah enable password dan enable secret digunakan untuk masuk ke privileged EXEC mode. Perintah enable password hanya digunakan jika enable secret belum di-set. Perintah enable secret seharusnya digunakan, karena enable secret adalah password yang terenkripsi. Sedangkan enable password tidak terenkripsi. Di bawah ini adalah perintah yang digunakan untuk setup password:
R1(config)#enable password
R1(config)#enable secret
Kadang-kadang sangat tidak aman kalau membiarkan password dalam keadaan clear text di layar terminal console dari hasil perintah show running-config atau show startup-config. Untuk menghindari hal tersebut digunakan perintah seperti berikut:
R1(config)#service password-encryption
Perintah di atas akan memberikan tampilan password secara terenkripsi.
Perintah enable secret menggunakan algoritma MD5 untuk enkripsi.

Perintah-perintah show anatar lain:
– Show interfaces : untuk menampilkan statistic semua interface router. Untuk menampilkan statistic interface tertentu, menggunakan perintah show interfaces diikuti dengan nomor port/slot interface seperti perintah di bawah ini.

R1#show interfaces serial 0/1
– Show controllers serial : menampilkan informasi khusus hardware interface. Perintah ini harus di-set termasuk nomor port/slot dari interface serial. Contoh :

R1#show controllers serial 0/1

– Show clock – menampilkan setting waktu di router.

– Show hosts – manampilkan daftar cache dari nama host dan alamatnya.

– Show users – manampilkan semua user yang konek ke router.

– Show history – menampilkan history dari perintah-perintah yang telah dilakukan.

– Show flash – menampilkan informasi tentang flash memory dan file-file IOS apa saja yang tersimpan di dalam router.

– Show version – menampilkan informasi tentang versi software yang sekarang sedang jalan lengkap dengan informasi hardware dan devicenya.

– Show arp – menampilkan tabel ARP router.

– Show protocols – menampilkan status interface baik secara global maupun khusus dari protokol layer 3 yang terkonfigurasi.

– Show startup-config – menampilkan isi file konfigurasi yang tersimpan di NVRAM

– Show running-config – menampilkan isi file konfigurasi yang sedang jalan atau konfigurasi dari interface atau informasi map class.

Konfigurasi interface serial
Langkah-langkah untuk mengkonfigurasi interface serial adalah:

– Masuk ke global configuration mode
– Masuk interface mode
– Menentukan alamat interface dan subnet masknya.
– Seting clock rate jika terhubung dengan kabel DCE. Tidak perlu seting clock rate jika terhubung dengan kabel DTE
– No shut down (hidupkan) interface

Tiap-tiap interface serial harus memiliki IP address dan subnet mask untuk routing paket IP. Konfigurasi IP address sebagai berikut:
R1(config)#interface serial 0/0B(tergantung pada serial yang di set).
R1(config-if)#ip address
Interface serial memerlukan sinyal clock untuk mengontrol timing dari komunikasi. Umumnya peralatan DCE seperti CSU/DSU memberikan clock itu. Secara default, cisco router adalah peralatan DTE tapi bisa dikonfigurasi sebagai peralatan DCE.
Pada link serial yang terhubung langsung, seperti konfigurasi di Lab, salah satu sisi harus di-set sebagai DCE dan harus di-set sinyal clocknya. Untuk seting clock dan speed dengan menggunakan perintah clock rate. Clock rate yang disediakan dalam bits per second adalah 1200, 2400, 9600, 19200, 38400, 56000, 64000, 72000, 125000, 148000, 500000, 800000, 1000000, 1300000, 2000000, atau 4000000. Setting tergantung dari kapasitas interface.
Secara default interface dalam keadaan off atau disabled. Untuk menghidupkannya atau enable dengan menggunakan perintah no shutdown. Jika ingin mengembalikan ke keadaan off lagi cukup dimasukkan perintah shutdown.
Di lab, clock rate biasanya di-set ke 64000. perintah yang digunakan untuk seting clock rate sebagai berikut:
R1(config)#interface serial 0/0
R1(config-if)#clock rate 64000
R1(config-if)#no shutdown
setelah sampai pada setting clock rate, anda bisa mencoba ping ke interface yang terhubung router tersebut.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s