TOMODACHI

TOMODACHI

Nama saya Widia Nurhalisah, saya mempunyai sebuah cerita yang menurut saya cukup mengesankan dan cukup sedih sih. Dan cerita ini merupakan sebuah pengalaman saya diwaktu dulu waktu saya sedang menginjak dibangku SMA.

Hari pertama saya masuk sekolah dan pesantren saya tidak mempunya seorang sahabat atau teman untuk diajak ngobrol ataupun untuk bermain, dan beberapa hari sampai beberapa minggu saya tinggal disana saya baru mendapatkan seorang teman karna saya paling susah bersosialisasi bersama yang lain karna saya bisa juga dibilang type orang yang susah bersosialisasi dengan yang lain. Dan orang bilang saya itu orangnya jutek banget, itu sih kalau belum kenal saja tapi kalau sudah kenal, biasa saja kok,malahan baikhati dan tidak sombong tentunya dan rajin menabung..he he

Dan beberapa lama kemudian saya mendapat teman yang banyak termasuk di sekolah maupun dipesantren, dan saya rasakan mempunyai teman atau sahabat itu adalah sesuatu yang paling berharga bagi hidup saya karna teman yang baik selalu menolong temannya dan selalu ada saat kita susah maupun senang, hal itu yang saya rasakan saat saya tinggal di pesantren dan sekolah.Dan yang paling berkesan bagi saya adalah saat kebersamaan yang kita lewati bersama terutama saat kita sedang dihukum bareng oleh guru ngaji karna ketahuan membawa hp dan pada saat itu pelaturannya dilarang membawa hp ke pesantren tapi kita secara diam-diam membawa hp. Dan pada saat itu kita dihukum dengan cara kita disuruh olahraga di atap mushola di siang bolong dan membersihkan semua wc yang ada dipesantren.Terus kita juga pernah  dimarahi habis-habisan karna kita nyanyi-nyanyi sambil memukul galon, Dan saat itu kita sangat malu sekali sampai-sampai kita tidak mau bertemu dengan guru ngaji karena saking malunya dengan kejadian itu.Tapi saat itu kita sadar, kita itu sangat salah sekali dan kita pantas mendapat hukuman tapi kita hadapi itu semua dengan enjoy karna kita jalani itu semua secara bersama-sama. Terus kita pernah pergi kesebuah tempat yang lumayan indah, kalau orang-orang bilang sih tempat wisata dan tempatnya itu lumayan dekat dari sekolah. Dan pada hari minggu kita itu berniat untuk pergi kesana, dan kita tidak punya uang untuk membayar karcis masuknya, tapi hal itu bukan masalah besar bagi kita,segala cara kita lakukan walupun berat seberat apapun, kita tetap pergi kesana, dengan tidak membawa uang sepeser pun dan kita berniat untuk jalan belakang atau bisa disebut jalan pintas. Kita berangkat kesana berjumlah 10 orang, dan saat kita sedang bejalan mengendap-ngendap karna takut ketahuan ternyata jalan belakang juga kalau hari minggu sama ada petugas yang menjaganya. Dan penjaga itu bertanya kepada kita kenapa tidak jalan depan saja soalnya kalau jalan belakang itu berbahaya  karena jalannya itu banyak semak-semak  dan harus manjat-memanjat. Saat itu kita malu sekali, gak tau mau bilang apa pada petugas itu.Lalu kita terpaksa berbohong pada petugas itu, kita bilang kalau kita datang ketempat itu karna kita mendapat tugas dari sekolah untuk meneliti tumbuh-tumbuhan yang ada disana. Itu alasan kita kenapa kita melewati jalan pintas itu. Dan untungnya petugas itu percaya dengan alasan kita itu lalu akhirnya kita perbolehkan untuk memasuki tempat wisata itu tapi dengan syarat kita tidak boleh mengulanginya lagi.

Nah kejadian-kejadian seperti  itu lah yang membuat kangen akan kebersamaan yang pernah kita lalui dan walau pun sekarang kita tidak sama-sama lagi saya berharap kita selalu bersama dengan keadaan bahagia maupun sedih, didunia maupun diakhirat nanti. Dan dimanapun kita berada yang menempuh kehidupan kita masing-masing, tapi mudah-mudahan semua kehidupan yang kita jalani dan keputusan apapun yang kita pilih itu menjadi sebuah awal untuk meraih semua cita-cita yang kita impikan dahulu.

Wahai sahabatku, dimanapun kalian Berada sekarang mudah-mudahan kalian tidak akan pernah melupakan kejadian-kejadian yang pernah kita lalui bersama dan sukses selalu bagi kita semua amin,amin,amin yarobbal alamin …………………!

Dan jikalau nanti kita semua sudah sukses,mudah-mudahan itu semua tidak menjadi sebuah penghalang untuk jalinan silaturahim kita dan kita tetap menjadi sebuah saudara karna jallinan saudara tidak ada satupun yang bisa memisahkan jalinan atau ikatan itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s